Sabtu, 04 Oktober 2014

Renungan : SIKAP TEPAT Di Tengah Kesulitan


Bagaimana Seharusnya kita bersikap ketika kita sedang menghadapi masalah, kesulitan atau pencobaan? Firman Allah memberikan jawaban yang lengkap tentang langkah-langkah praktis yang telah dilakukan oleh para tokoh Alkitab dan yang terbukti berhasil. Mari kita pelajari dengan seksama.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah kita melakukan "introspeksi". Memeriksa diri di bawah terang Firman Allah (Ibrani 4:12); mengijinkan Allah untuk menyelidiki (Mazmur 139:23-24) dan memohon Roh Kudus untuk menunjukkan dosa dan kesalahan (Yohanes 16:8) yang mungkin menjadi penyebab masalah yang kita hadapi.

Memang masalah yang terjadi tidak selalu disebabkan oleh dosa atau kesalahan. Itu bisa saja hal yang diijinkan Tuhan untuk menguji iman kita dan memproses kita.

Yang kedua adalah memposisikan diri dengan jelas dan benar. Kita harus pastikan bahwa meskipun kita sedang menghadapi masalah yang berat kita tetap berada dalam kehendak dan rencana Tuhan. Sebab dengan demikian Tuhan berkepentingan dengan hidup kita. Berada dalam kehendak dan rencana Tuhan adalah jangkar yang aman bagi perahu kehidupan kita ketika sedang diombang-ambingkan ombak pencobaan. Kita dapat pastikan bahwa jika Tuhan berkepentingan dengan hidup kita, kita akan selamat dan dapat melewati maslah itu meskipun maslah itu begitu besar dan pelik.

Seringkali orang-orang percaya imanya goyah ketika mereka sedang mengalami pencobaan. Mereka lalu pergi meminta nasihat dan pertolongan orang fasik. Akibatnya keadaan bukannya semakin membaik tetapi semakin parah dan akhirnya mereka benar-benar hancur (Yesaya 31:1,3). Mereka tidak berdiri teguh di atas janji Allah dan tidak taat kepada perintah Allah. Tetapi jika taat dan tetap dalam janjinya Allah kita akan terluput dan selamat bahkan diberkati.

Jika kita tetap hidup dalam Firman Allah dan dalam ketaatan maka kita akan terluput dari situasi yang tidak menguntungkan bahkan kita akan berhasil dan diberkati. Itulah yang dialami para tokoh dalam Alkitab. Daniel dan kawan-kawannya malah mengalami kenaikan pangkat setelah mereka mengalami masalah berat (Daniel 3:30; 6:29).

Kita tidak boleh memberi celah kepada Setan untuk mengambil keuntungan dalam situasi yang sedang kita hadapi. Celah itu terbuka ketika kita malah bertindak taat atau memberontak kepada Allah danmeninggalkan Dia. jika Setan mendapat celah, ia akan mencuri dan membunuh dan membinasakan kita (2 Korintus 2:11, Yohanes 10:10).

Yang ketiga yang harus kita lakukanadalah menguatkan imam dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Masalah-masalah yang berat seringkali mengoyahkan iman kepercayaan kita. Kita jangan biarkan itu terjadi, sebab imam  adalah modal yang kita perlukan untuk menerima mujizat pertolongan Tuhan yang akan mengadakan perubahan dan terobosan. Jangan biarkan iman kita gugur oleh pencobaan. Daud menguatkan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan ketika ia dalam keadaan terjepit (1 Samuel 30:6). Iman adalah satu-satunya senjata kita untuk mengalami mujizat dan terobosan ilahi. Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga iman kita tidak runtuh saat dalam percobaan?

Kita dapat merenungkan kasih setia Tuhan dan perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lalu. Ini untuk mengingatkan bahwa selama ini Tuhan telah berbuat baik dan setia kepada kita dan ini akan meyakinkan kita bahwa Ia akan tetap setia dan berbuat baik kepada kita sekarang dan di masa mendatang karena Ia adalah Allah yang setia. (Mazmur 63:7-9; Ratapan 3:21-23). Allah itu setia, ketikalah yang seringkali kita setia dan menghianati Allah. Tetapi meskipun kita telah berlaku tidak setia Ia tetap setia karena Ia tidak dapat menyangkali diri-Nya sendiri (2 Timotius 2:13).

Jika kita tahu bahwa Ia setia maka kita harus mendeklarasikan iman kita dengan memperkatakan hal-hal yang positif; perkataan-perkataan iman berdasarkan atas janji-janji Allah. Perkatakan itu dengan mulut kita, itu akan membangkitkan iman kita (Amsal 18:21; Roma 10:8,10). Jika iman kita menyala kembali maka pertolongan segera akan datang... (Lukas 8:24,25)

Seringkali dalam situasi sulit kita cenderung mengatakan hal-hal negatif yang malah melemahkan iman kita. Kata-kata negatif sama sekali tidak akan nengubah situasi sulit menjadi baik. Sebaliknya itu akan menjadi sugesti negatif yang akan memperburuk keadaan. Salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah mengalikan perkataan kita dan mengubah nyanyian kita dari keluhan menjadi nyanyian syukur, pujian dan kemenangan. Maka sementara kita memuji dan bersorak Tuhan akan menyelesaikan maslah kita akan memutar balikan keadaan yang buruk menjadi baik (2 Tawarikh 21-22)

Ada masalah yang harus dihindari. Tetapi ada malasalah yang tak terhindarkan meskipun kita sudah melakukan yang baik dan benar. Itu adalah ujian untuk menaikkan level kerohanian kita. Untuk hal yang terakhir ini yang dapat kita lakukan adalah menyerahkan kepada tangan Tuhan untuk memproses sampai tuntas. Kita harus rela dan jangan memberontak sebab itu adalah untuk menjadikan rohani kita semakin dewasa dan kuat (Yakobus 1:2-3).

Jika kita tetap mengasihi Allah dan menaati Diamaka semua proses yang terjadipasti akan mendatangkan kebaikan (Roma 8:29). Dan jangan lupa di balik "masalah" yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita ada "mas" dan "Allah". Ada berkat yang luar biasa di balik masalah yang besar; bahwa kita akan mengalami "perjumpaan pribadi" dengan Allah sehingga kita lebih mengenal Allah secara pribadi. Bahkan seringkali masalah itu menjadi batu loncatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

Jika kita mengetaui dan menyadari semuanya itu maka tetaplah setia melakukan kewajiban kita terhadap Tuhan dengan ibadah dan pelayanan. Banyak orang Kristen mundur dan meninggalkan ibadah dan pelayanan ketika mereka menghadapi situasi yang sulit. Ini adalah tindakan yang merugikan. Kita justru harus semakin sungguh-sungguh dan setia dalam ibadah dan pelayanan, maka Tuhan nanti akan melakukan bagian-Nya untuk menolong kita (Mazmur 37:3-6). Nantikan Tuhan dengan setia karena Ia adalah Allah yang setia dan dapat diandalkan (Ratapan 3:26-32). Maka pada waktunya Allah akan menolong kita dan pertolongan-Nya tidak akan terlambat.

Allah dapat menolong kita dengan berbagai cara, Ia dapat mengaruniakan hikmat yang menjadi jawaban yang tepat atas persoalan yang kita hadapi. Ia bahkan dapat melakukan intervensi langsung dengan melakukan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan atau yang tidak pernah oleh kita bahwa itu bisa kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar