Rabu, 08 Oktober 2014

Renungan : Perhatikan Roh Kudus Terhadap Kita




"Matanya bagaikan merpati pada aliran air, bermandi dalam susu terpanjang bagai permata"
(Kidung Agung 5:12 NIV)

Salah satu sifat merpati adalah kestabialan tujuan. Morffat menerjemahkan ayat di merpati di atas air, mandi dalam susu, jernih dan berkaca kaca." Dalam pergetian saya, kebiasaan merpati ketika minum dari sungai, ia akan menetapkan pandangannya terus kepada aliran air, dan ketika sedang minum ia tidak mengangkat kepalanya, tetapi terus menunjukan pandangannya ke air sampai selesai minum.

Sifat yang sama ini dapat dilihat juga dalam cara merpati menentukan pasangannya. Seorang ahli ilmu pengetuhuan alam menjelaskan sebagai berikut: "Alasan mengapa merpati merupakan lambang kesucian, karena ia hidup dalam cara monogami yang ketat, tidak mengiginkan pasangan lain."

Betapa indahnya sifat merpati ini dalam menceminkan sifat dan kualitas Roh Kudus. Buah Roh adalah ... kasih. Sifat yang seringkali ditemukan pada wanita (bukan berarti pria tidak memilikinya) adalah kesetiaan cinta walaupun kadang-kadang cintanya tidak dibalas. Kasih Roh Kudus amat mirip, bahkan lebih mendalam dan lebih nyata. Dengan hanya membaca ayat-ayat Alkitab, kita lihat betapa setia dan tidak goyahnya kasih Roh kepada kita dimanapun kita berada. Pengkotbah terkenal C.H.Spurgeon mengungkapkan sebagai berikut : "kasih Roh bagi umat-Nya seperti gunung, kuat dan melindungi; seperti aliran air yang dapat menggerakkan kincir air, berguna dan menyenangkan; seperti angin, memurnikan dan menolong."

Roh Kudus menujukkan pandangan-Nya kepada kita dan senang akan kita. Semoga kita juga memiliki pandangan yang tepat tertuju kepada Roh Kudud dan bersukacita di dalam Dia.

Sumber : Everday With Jesus, Selwyn Hughes

Minggu, 05 Oktober 2014

Renungan : Kita Tak Akan Kekurangan


Pada suatu hari minngu seorang anak Sekolah Minggu diminta gurunya maju kedepan kelas untuk mengucapkan ayat hafalan, yaitu mazmur 23:1 ke dalam bahasa Inggris. Karena gugup, anak itu keliru mengucapkan ayat hafalan tersebut. Sehingga ayat yang seharusnya berbunyi : "The Lord is my Sheperd, I shall not want" (Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku) ayat mazmur 23:1 itu ia ucapkan menjadi "The Lord is my sheperd, that's all I want" (Tuhan adalah gembalaku, hanya itulah yang kuinginkan).

Apa yang salah diucapkan oleh si anak kecil justru sungguh sangat mengambarkan arti dari ayat tersebut. Bila Tuhan adalah gembala, kita tidak lagi perlu mengiginkan hal-hal yang lain, sebab di dalam Dia kita tidak akan kekurangan apapun yang baik. Ia, Sang Gembala yang Baik itu, akan mencukupkan segala sesuatu yang kita perlukan di dalam kehidupan kita.

Di dalam Mazmur 23, salah satu Mazmur yang terindah di dalam Allkitab, kita melihat setidaknya ada tiga hal yang Tuhan akan lakukan bila kita menempatkan diri kita menempatkan diri dalam pengembalaan-Nya.
1. Ia akan memelihara kita
2. Ia akan menuntun  kita
3. Ia akan melindungi kita

Ketiga hal yang Tuhan lakukan tersebut kita akan alami baik di dalam kehidupan jasmani, jiwani maupun rohani kita. Kecukupan tersebut meliputi kehidupan kita di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Jaminan Tuhan tersebut mencakup kehidupan di masa kini maupun di masa kekekalan yang akan datang. sungguh jaminan yang menyeluruh, utuh dan sempurna. Oleh karena itu tepat sekali apa yang dikatakan oleh Raja Daud; "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku."

Renungan : Servanthood Spirit (Semangat Kehamba'an)


Biasanya kata "hamba" dikontraskan dengan kata "tuan" dan orang yang "merdeka". pada zaman alkitab, seseorang hamba adalah milik tuannya sepenuhnya, berarti tuan berhak melakukan apa saja terhadapnya. Seseorang hamba tidak memiliki kebebasan, ia terikat sepenuhnya kepada tuannya. Ada orang yang lebih berhak atas dia, ada orang yang mengatur hidupnya dan kepadanya ia harus tunduk.

Sampai deengan saat ini, sebagai orang kristen masih beranggapan bahwa sebutan "hamba Tuhan" hanya berlaku untuk para pendeta, atau mereka yang lulus theologia. tetapi sebenarnya sebutan itu secara umum bisa dipakai kepada semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita semua adalah hamba-hamba Tuhan, artinya Tuhanlah yang menjadi tuan kita, Dialah yang menjadi tuan kita. Tetapi tentu saja sebutan "hamba Tuhan" juga menuntut sikap hati seorang hamba. Kalau kita menyebut diri kita hamba, kita harus memiliki hati seorang hamba.
Bagaimana hati seorang hanba itu?

Pertama, memiliki ketaatan. Tanpa prang tidak akan berkenan kepada Allah. Ketaatan kepada Allahlah yang membuat kita melakukan firman-Nya. Gambaran ketaatan total dapat kita lihat dalam Yesus, dimana Ia rela mati karena ketaatan-Nya. Ketaatan seperti inilah yang Allah inginkan di dalam kehidupan kita. Kita tidak lagi mengikuti kehandak diri sendiri, tetapi mengikuti kehendak Allah. Sebuah ketaatan akan meringankan langkah kita untuk datang ke rumah-Nya pada hari minggu serta meninggalkan kesibukan maupun hobbi kita.

Kedua, memiliki kesetiaan. Kesetiaan adalah keteguhan atau ketetapan hati. setiap mempekerjakan seseorang, kita mengharapkan agar ia setia dan langgeng bekerjanya pada kita. Pada zaaman romawi, setiap hamba diberi sebuah lencana terhadap tulisan "tangkaplah saya jika saya barusan melarikan diri, dan kembalikan saya pada tuan saya" seharusnya kesetiaan dan komitmen yang seperti inilah yang harus kita miliki di dalam mengikuti Kristus.

Ketiga, memliki kerendahan hati. Yesus pernah membasuh kaki murid-murid-Nya untuk memberikan pelajaran bagi mereka bahwa mereka harus saling melayani satu dengan yang lainnya. saling melayani membutuhkan kerendahan hati dan kerelaan untuk mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Karena kerendahan hatilah seorang hamba yang rendah hati tidak akan merasa terluka ketika ia tidak menerima penghargaan, ketika orang menolaknya dan ketika pendapatnya tidak dipedulikan.

Jika kita adalah seorang pemimpin, jadilah seorang pemimpin, berhati hamba yang rela melayani dan tidak minta dinomer satukan.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Renungan : SIKAP TEPAT Di Tengah Kesulitan


Bagaimana Seharusnya kita bersikap ketika kita sedang menghadapi masalah, kesulitan atau pencobaan? Firman Allah memberikan jawaban yang lengkap tentang langkah-langkah praktis yang telah dilakukan oleh para tokoh Alkitab dan yang terbukti berhasil. Mari kita pelajari dengan seksama.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah kita melakukan "introspeksi". Memeriksa diri di bawah terang Firman Allah (Ibrani 4:12); mengijinkan Allah untuk menyelidiki (Mazmur 139:23-24) dan memohon Roh Kudus untuk menunjukkan dosa dan kesalahan (Yohanes 16:8) yang mungkin menjadi penyebab masalah yang kita hadapi.

Memang masalah yang terjadi tidak selalu disebabkan oleh dosa atau kesalahan. Itu bisa saja hal yang diijinkan Tuhan untuk menguji iman kita dan memproses kita.

Yang kedua adalah memposisikan diri dengan jelas dan benar. Kita harus pastikan bahwa meskipun kita sedang menghadapi masalah yang berat kita tetap berada dalam kehendak dan rencana Tuhan. Sebab dengan demikian Tuhan berkepentingan dengan hidup kita. Berada dalam kehendak dan rencana Tuhan adalah jangkar yang aman bagi perahu kehidupan kita ketika sedang diombang-ambingkan ombak pencobaan. Kita dapat pastikan bahwa jika Tuhan berkepentingan dengan hidup kita, kita akan selamat dan dapat melewati maslah itu meskipun maslah itu begitu besar dan pelik.

Seringkali orang-orang percaya imanya goyah ketika mereka sedang mengalami pencobaan. Mereka lalu pergi meminta nasihat dan pertolongan orang fasik. Akibatnya keadaan bukannya semakin membaik tetapi semakin parah dan akhirnya mereka benar-benar hancur (Yesaya 31:1,3). Mereka tidak berdiri teguh di atas janji Allah dan tidak taat kepada perintah Allah. Tetapi jika taat dan tetap dalam janjinya Allah kita akan terluput dan selamat bahkan diberkati.

Jika kita tetap hidup dalam Firman Allah dan dalam ketaatan maka kita akan terluput dari situasi yang tidak menguntungkan bahkan kita akan berhasil dan diberkati. Itulah yang dialami para tokoh dalam Alkitab. Daniel dan kawan-kawannya malah mengalami kenaikan pangkat setelah mereka mengalami masalah berat (Daniel 3:30; 6:29).

Kita tidak boleh memberi celah kepada Setan untuk mengambil keuntungan dalam situasi yang sedang kita hadapi. Celah itu terbuka ketika kita malah bertindak taat atau memberontak kepada Allah danmeninggalkan Dia. jika Setan mendapat celah, ia akan mencuri dan membunuh dan membinasakan kita (2 Korintus 2:11, Yohanes 10:10).

Yang ketiga yang harus kita lakukanadalah menguatkan imam dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Masalah-masalah yang berat seringkali mengoyahkan iman kepercayaan kita. Kita jangan biarkan itu terjadi, sebab imam  adalah modal yang kita perlukan untuk menerima mujizat pertolongan Tuhan yang akan mengadakan perubahan dan terobosan. Jangan biarkan iman kita gugur oleh pencobaan. Daud menguatkan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan ketika ia dalam keadaan terjepit (1 Samuel 30:6). Iman adalah satu-satunya senjata kita untuk mengalami mujizat dan terobosan ilahi. Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga iman kita tidak runtuh saat dalam percobaan?

Kita dapat merenungkan kasih setia Tuhan dan perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lalu. Ini untuk mengingatkan bahwa selama ini Tuhan telah berbuat baik dan setia kepada kita dan ini akan meyakinkan kita bahwa Ia akan tetap setia dan berbuat baik kepada kita sekarang dan di masa mendatang karena Ia adalah Allah yang setia. (Mazmur 63:7-9; Ratapan 3:21-23). Allah itu setia, ketikalah yang seringkali kita setia dan menghianati Allah. Tetapi meskipun kita telah berlaku tidak setia Ia tetap setia karena Ia tidak dapat menyangkali diri-Nya sendiri (2 Timotius 2:13).

Jika kita tahu bahwa Ia setia maka kita harus mendeklarasikan iman kita dengan memperkatakan hal-hal yang positif; perkataan-perkataan iman berdasarkan atas janji-janji Allah. Perkatakan itu dengan mulut kita, itu akan membangkitkan iman kita (Amsal 18:21; Roma 10:8,10). Jika iman kita menyala kembali maka pertolongan segera akan datang... (Lukas 8:24,25)

Seringkali dalam situasi sulit kita cenderung mengatakan hal-hal negatif yang malah melemahkan iman kita. Kata-kata negatif sama sekali tidak akan nengubah situasi sulit menjadi baik. Sebaliknya itu akan menjadi sugesti negatif yang akan memperburuk keadaan. Salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah mengalikan perkataan kita dan mengubah nyanyian kita dari keluhan menjadi nyanyian syukur, pujian dan kemenangan. Maka sementara kita memuji dan bersorak Tuhan akan menyelesaikan maslah kita akan memutar balikan keadaan yang buruk menjadi baik (2 Tawarikh 21-22)

Ada masalah yang harus dihindari. Tetapi ada malasalah yang tak terhindarkan meskipun kita sudah melakukan yang baik dan benar. Itu adalah ujian untuk menaikkan level kerohanian kita. Untuk hal yang terakhir ini yang dapat kita lakukan adalah menyerahkan kepada tangan Tuhan untuk memproses sampai tuntas. Kita harus rela dan jangan memberontak sebab itu adalah untuk menjadikan rohani kita semakin dewasa dan kuat (Yakobus 1:2-3).

Jika kita tetap mengasihi Allah dan menaati Diamaka semua proses yang terjadipasti akan mendatangkan kebaikan (Roma 8:29). Dan jangan lupa di balik "masalah" yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita ada "mas" dan "Allah". Ada berkat yang luar biasa di balik masalah yang besar; bahwa kita akan mengalami "perjumpaan pribadi" dengan Allah sehingga kita lebih mengenal Allah secara pribadi. Bahkan seringkali masalah itu menjadi batu loncatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

Jika kita mengetaui dan menyadari semuanya itu maka tetaplah setia melakukan kewajiban kita terhadap Tuhan dengan ibadah dan pelayanan. Banyak orang Kristen mundur dan meninggalkan ibadah dan pelayanan ketika mereka menghadapi situasi yang sulit. Ini adalah tindakan yang merugikan. Kita justru harus semakin sungguh-sungguh dan setia dalam ibadah dan pelayanan, maka Tuhan nanti akan melakukan bagian-Nya untuk menolong kita (Mazmur 37:3-6). Nantikan Tuhan dengan setia karena Ia adalah Allah yang setia dan dapat diandalkan (Ratapan 3:26-32). Maka pada waktunya Allah akan menolong kita dan pertolongan-Nya tidak akan terlambat.

Allah dapat menolong kita dengan berbagai cara, Ia dapat mengaruniakan hikmat yang menjadi jawaban yang tepat atas persoalan yang kita hadapi. Ia bahkan dapat melakukan intervensi langsung dengan melakukan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan atau yang tidak pernah oleh kita bahwa itu bisa kita lakukan.

Jumat, 19 September 2014

Renungan Alkitab Audio 1 Tahun



Renungan Audio adalah Renungan pembacaan Alkitab dalam bentuk suara yang disajikan dengan menarik dan sederhana dengan musik latar orchestra yang diciptakan untuk mendukung kisah.

Bertujuan untuk membantu sebanyak mungkin orang agar semakin memahamibdan mencintai Firman Tuhan, Renungan Suara akan membawa Anda merasakan dan mengalami kisah-kisah di dalam Alkitab dengan cara yang berbeda.

"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus"
- Roma 10 : 17 -





Renungan Bulan Januari

Download Button


  Renungan Bulan Februari

Download Button


Renungan Bulan Maret

Download Button


Renungan Bulan April

Download Button


Renungan Bulan Mei


Download Button


Renungan Bulan Juni

Download Button


Renungan Bulan Juli

Download Button


Renungan Bulan Agustus

Download Button


Renungan Bulan September

Download Button


Renungan Bulan Oktober

Download Button


Renungan Bulan November

Download Button


Renungan Bulan Desember

Download Button
Semoga Renungan Audio dalam satu Tahun dapat bermanfaat bagi pertumbahan Iman saudara, Sekian dan Terima Kasih.
Tuhan Yesus Memberkati

NB: Jangan lupa dikomentar ya...